Uncategorized

Program Padat Karya PUPR 2021 Telah Menyerap 700.000 Pekerja

Sebagai salah satu informasi program pemerintah Di tahun 2021 ini. Kementerian Pekerjaan Umum Rakyat (PUPR) kembali melanjutkan program Padat Karya Tunai atau Cash For Work. Seperti yang telah diketahui bahwa Padat Kerya merupakan aktifitas pembangunan proyek seperti jembatan, saluran air, perbaikan jalan dan lain sebagainya yang menggunakan tenaga manusia dalam jumlah yang cukup besar. Program ini juga ditargetkan mampu menyerap tenaga kerja hingga 1,23 juta orang dengan menggunakan total anggaran sebesar Rp. 23, 24 triliun tahun ini.

Program Padat Karya Tunai yang dilaksanakan tahun ini berfokus pada pembangunan infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana tanpa penggunaan teknologi sama sekali. Tujuan dari PKT ini selain untuk memulihkan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat ialah untuk mendistribusikan anggaran pemerintah ke pelosok desa. Karena masih dalam situasi pandemi maka pelaksanaan PKT ini juga harus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Salah satu program PKT yang telah dijalan oleh Kementerian PUPR tahun ini berfokus pada pembuatan jalan dan jembatan dengan alokasi dana sebanyak Rp. 7.465 triliun. Hingga awal Maret 2021, telah tercatat sekitar 714.268 HOK. Adapun anggaran untuk PKT Rutin untuk preservasi jalan ialah sebesar Rp. 1, 05 triliun. Sedangkan untuk PKT Non Rutin fokus pada bidang pembangunan jalan dan jembatan serta prservasi.  Di tahun ini, PKT revitalisasi drainase jalan telah dianggarkan sebesar Rp. 1,5 triliun. Tentu drainase adalah hal yang penting terutama untuk ruas jalan nasional mengingat sifat aspal yang sangat mudah rusak terutama saat banjir atau musim hujan. Perlu diketahui pula bahwa daya rusak jalan akan semakin meningkat sebanyak empat kali lipat bila dilintasi oleh kendaraan yang memiliki muatan berlebihan.

Untuk Jalan dan Jembatan, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga telah mengalokasikan dana sebanyak Rp. 6,69 triliun dengan target tenaga kerja sebanyak 273.603 pekerja. Pelaksanaan program ini dilakukan oleh Balai Besar dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional yang tersebar di setiap provinsi di tanah air. Program tersebut meliputi kegiatan preservasi jalan dan jembatan, revitalisasi drainase serta OP jalan tol. Adapun untuk bidang Pemukiman dianggarkan dana sebanyak Rp. 5, 29 triliun dengan target tenaga kerja sebanyak 194.471. Alokasi tersebut akan difokuskan pada program PKT regular seperti Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, Sanitasi Berbasis Pondok Pesantren, Recycle, Kota Tanpa Kumuh dan lain-lainnya.

Selain itu, program Padat Karya juga disalurkan oleh Ditjen Perumahan lewat Program Rumah Subsidi atau dikenal dengan nama Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dengan target sebanyak 190.130 unit dan target tenaga kerja sebanyak 378.460. Di tahun 2021 alokasi dana melalui peningkatan kualitas rumah swadaya mencapai Rp. 4,11 triliun. Adapun Tempat Pengelolan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R untuk 147 lokasi dianggarkan sebanyak 90 miliar. Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah terhadap 900 kecamatan dianggarkan dana sebesar Rp. 540 miliar sedangkan Kota Tanpa Kumuh untuk 261 kelurahan memiliki alokasi dana sebanyak 260 miliar.

Seperti tahun sebelumnya, Program Padat Karya tetap fokus pada pengurangan angka kemiskinan dan meningkatkan daya beli masyarakat. Seperti yang telah diketahui terjadinya pandemic covid 19 menyebabkan banyak sektor terutama sektor ekonomi yang cenderung menurun. Oleh sebab itu program Padat karya Tunai atau Cash For Work ini bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan yang dialami negara di tengah pandemi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *